• A-
    A+
  • Українською
  • English
Propaganda Kartografis
29 Oktober 2014 19:52
Bapak dan Ibu Yang Terhormat,
Dibawah ini adalah artikel baru dari sebuah proyek terbaru dari Kementerian Luar Negeri Ukraina berjudul “Propaganda Kartografis” yang dibuat oleh sejarawan Ukraina, Kyrylo Halushko.

1699: Munculnya “Rusia Kecil” Alih-Alih “Ukraina”
Dibawah kepemimpinan tsar muda dan enerjik, Peter Agung pada peralihan abad 17 menuju abad 18, Imperium Rusia tidak hanya menempatkan dirinya sebagai kekuatan Eropa dan berubah menjadi sebuah “kekaisaran” tetapi juga membentuk citranya di negara lain. Masyarakat Eropa yang telah terdidik serta perwakilan dari kalangan politik pada masa itu menggunakan sumber-sumber informasi antara lain: surat kabar, berbagai almanak dan peta geografi, yang sepenting hari ini. Lukisan Jan Vermeer menunjukkan peta dinding seperti yang biasa menghiasi rumah-rumah di Belanda. Peta-peta tersebut memberi gambaran mengenai dunia luar seperti gambar pada saluran TV CNN di masa kini. Peristiwa-peristiwa berubah dalam koran setiap harinya, tetapi batasan-batasan dari bangsa-bangsa yang terdapat di peta tidak terlalu sering berubah. Nama-nama dan batas-batas wilayah sangat penting. Geopolitik yang terjadi pada masa itu didasarkan pada gambar-gambar tersebut.

Peter Agung tidak menyukai Rusia dinamai sebagai Muskovy pada peta Barat tersebut. Muskovy adalah sesuatu yang berkaitan dengan orang Asia atau orang barbar. Peter mengubah nama “Rusia” (“Rossia” – nama Yunani dari “Rus”, “Russia” – diambil dari bahasa Latin) – yang diwariskan dari zaman Bizantium dan Konstantinopel. “Rusia” menjadi semacam sebuah merek baru. Beberapa wilayah yang bergantung pada Rusia, seperti Ukraina, tidak tampak dengan baik pada peta. Salah satu peta yang terkenal pada masa itu, dibuat oleh orang Perancis bernama Nicolas Sanson, menggambarkan Ukraina sebagai “Tanah Bangsa Kosak” (Nicolas Sanson I, Ukraina Paese de Cosacchi, 1678, Gambar 1). Namun demikian, hal ini menyebabkan pemikiran bahwa “Ukraina” bukanlah “Rusia”. Peta pertama pada masa Peter Agung disalin dari peta aslinya yang berasal dari Eropa. Oleh karena itu, sekitar tahun 1700-an muncullah satu-satunya peta Rusia sebelum tahun 1917 yang menggambarkan “Ukraina” sebenarnya (Gambar 2, diambil dari Gudang Senjata Kremlin, sumber elektronik). Peta tersebut merupakan terjemahan milik Sanson: “Ukraina – Tanah Bangsa Kosak”.

Peter Agung, entah bagaimana, dengan cepat mengubah “gangguan” ini dengan menghilangkan nama “Ukraina”. Informasi yang berbeda ini kemudian disebarluaskan di pasar kartografi Eropa. Kemudian secara aktif dipromosikan di peta Eropa yang didedikasikan untuk kampanye Peter di sekitar Laut Azov, yakni di benteng Turki tepatnya di sungai Don (1695-1696), dimana Ukraina ditandai sebagai “Rusia Kecil” (Pars Russiae Minoris dalam bahasa Latin). Peta tersebut lalu dicetak di Amsterdam pada tahun 1699 (Gambar 3). Hal ini merupakan yang pertama kalinya. Sejak zaman dahulu kala, Don (Tanais) selalu dianggap sebagai batas timur Eropa; Oleh karena itu, penaklukannya oleh Moskow secara simbolis telah mengubahnya menjadi bagian negara Eropa.
Outdated Browser
Для комфортної роботи в Мережі потрібен сучасний браузер. Тут можна знайти останні версії.
Outdated Browser
Цей сайт призначений для комп'ютерів, але
ви можете вільно користуватися ним.
67.15%
людей використовує
цей браузер
Google Chrome
Доступно для
  • Windows
  • Mac OS
  • Linux
9.6%
людей використовує
цей браузер
Mozilla Firefox
Доступно для
  • Windows
  • Mac OS
  • Linux
4.5%
людей використовує
цей браузер
Microsoft Edge
Доступно для
  • Windows
  • Mac OS
3.15%
людей використовує
цей браузер
Доступно для
  • Windows
  • Mac OS
  • Linux