Kementerian Luar Negeri Ukraina mengutuk keras “pemilihan umum” bagi anggota Dewan Negara atas daerah yang diduduki sementara, Republik Otonomi Krimea dan kota Sevastopol, yang diselenggarakan oleh Federasi Rusia pada tanggal 14 September 2014. Krimea dan Sevastapol pada masa lampau, masa kini, dan di masa mendatang akan tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari wilayah kedaulatan Ukraina serta tunduk pada Konstitusi dan Peraturan Hukum Ukraina.
Apa yang selama ini disebut sebagai “pemilu” oleh Federasi Rusia dan terjadi dalam wilayah kita adalah tidak sah dan hasil dari pemilu ini secara hukum tidak bernilai serta tidak akan memengaruhi status Republik Otonomi Krimea dan Sevastopol dalam batas-batas wilayah Ukraina yang diakui secara internasional.
Semua pihak yang terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan pemilu akan dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan dalam aturan perundang-undangan Ukraina.
Kami menyerukan kepada segenap masyarakat internasional untuk mengutuk perilaku Federasi Rusia atas tindakan yang mereka sebut sebagai “pemilu” di Republik Otonomi Krimea dan Sevastopol. Kami juga berharap bahwa dunia yang beradab akan memberikan penilaian yang terbaik terkait tindakan ilegal yang dilakukan oleh Rusia, yakni pendudukan wilayah dan berlanjut pada penindasan serta diskriminasi bangsa Tatar Krimea, Ukraina, dan bangsa-bangsa lain yang belum menyerah dan tidak akan pernah menerima pendudukan atas Krimea. Terdapat sejumlah bukti besar dan kesaksian yang dapat mengonfirmasi pelanggaran yang dilakukan oleh Federasi Rusia terhadap komunitas internasional dalam bidang hak asasi manusia yang hanya bisa direspons oleh pihak Rusia sendiri.
[img: BBC]