• A-
    A+
  • Українською
  • English
Duta Besar Ukraina untuk Indonesia: Pemilihan Presiden, Sebuah Titik Balik (Kompas)
26 Mei 2014 09:55

Dalam Bahasa Indonesia

Pemilihan Presiden, Sebuah Titik Balik

Setengah tahun terakhir, dunia menyaksikan pengor banan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Ukraina dalam perjuangan meraih demokrasi. Pemilihan presiden yang dipercepat menjadi warisannya. Kami berharap, pemilu yang akan berlangsung pada 25 Mei ini menjadi titik balik bagi Ukraina menuju demokrasi. Lebih dari 2.500 pengamat internasional dari 56 negara, organisasi, dan badan internasional akan hadir memantau jalannya pemilu di tempat pemungutan suara di seluruh negeri.

Pemerintah Ukraina telah berusaha sekuat tenaga agar rakyat di seluruh wilayah Ukraina dapat memberikan suara mereka pada hari ini. Terlepas dari masalah keamanan, semua instrumen organisasi dan hukum yang diperlukan untuk menyelenggarakan pemilu telah diaktifkan. Undang- undang pemilu menyediakan mekanisme yang cukup untuk menelurkan hasil pemilu yang sah sesuai standar internasional.

Penduduk Crimea, yang saat ini di bawah pendudukan Rusia, tetap dapat memilih di daerah lain di Ukraina. Meskipun sejumlah peristiwa terjadi beberapa bulan terakhir, Crimea tetap menjadi bagian dari Ukraina dan warga Crimea tetaplah rakyat Ukraina.

Pada saat yang sama, langkah- langkah untuk menjamin keamanan pemilu dilakukan. Di timur Ukraina, operasi anti teroris untuk mengusir kelompok separatis yang meneror penduduk memasuki tahap akhir. Operasi terbatas ini hanya menargetkan kelompok teroris dan dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah jatuhnya korban warga sipil. Meskipun ada ancaman gangguan di TPS, proses pemilu secara keseluruhan menjanjikan berjalan bebas, adil, dan sah.

Bagi Ukraina, ini adalah pengalaman pertama menyelenggarakan pemilu dalam kondisi seperti itu. Semua berasal dari agresi Rusia atas wilayah Ukraina dengan menganeksasi Semenanjung Crimea. Rusia kini mengonsentrasikan militer mereka di perbatasan Ukraina. Mereka mengirim agen pasukan khusus untuk mendestabilisasi wilayah timur tempat tinggal komunitas berbahasa Rusia, yang memicu perang propaganda besar-besaran.

Rusia tengah mencoba menutupi fakta bahwa ini adalah perang satu negara terhadap negara lain. Ini bukan perang konvensional—para ahli mencetuskan istilah perang hibrida: menggabungkan taktik perang tradisional dengan penggunaan kelompok subversif, penjahat dan teroris, serta perang informasi.

Masyarakat internasional secara bulat mendukung Ukraina dalam situasi ini. Amerika Serikat, Uni Eropa, dan negara-negara lain memberlakukan sanksi ekonomi dan politik terhadap Rusia. Dan hari ini, kita melihat bahwa Rusia praktis terisolasi.

Pilihan lebih dekat ke Rusia atau lebih dekat pada Barat menjadi isu yang kurang penting bagi rakyat Ukraina dibandingkan dengan hidup makmur dalam masyarakat yang bebas dan adil. Barat menganut model berdasarkan demokrasi, supremasi hukum, hak asasi manusia, keadilan sosial, dan kemakmuran—yang lebih dekat dengan mentalitas Ukraina saat ini.

Rakyat Ukraina tidak akan hidup di bawah model pemerintahan yang diajukan oleh Rusia karena kami berhak memilih takdir kami sendiri. Wilayah Ukraina tidak akan menjadi sekadar lampiran dari Rusia karena kami telah dan akan tetap menjadi negara berdaulat.

Namun, tidak berarti kami menolak Rusia sebagai mitra. Kami siap membangun hubungan yang saling menguntungkan, damai, konstruktif, atas dasar keseimbangan dengan semua negara, termasuk Rusia. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah Rusia menghentikan dukungan bagi kelompok separatis di Ukraina timur. Indikatornya adalah tidak ada provokasi pada pemilu hari Minggu ini.

Preseden

Yang juga harus dicatat, hal yang terjadi di Ukraina harus menjadi preseden yang dipertimbangkan oleh setiap pihak di dunia internasional. Faktor-faktor yang diperlukan untuk merancang situasi yang sama juga hadir di semua negara. Beberapa isu di Asia Tenggara saat ini membuktikan fakta bahwa agresi, jika tidak dikecam dan dihentikan pada saat yang tepat, bisa menyebar di mana saja.

Sementara itu, negara Ukraina tetap berfungsi. Pemerintah sementara terus bekerja. Kegiatan usaha berjalan seperti biasa. Negara ini tetap memenuhi kewajiban internasionalnya. Ukraina telah dan akan terus menjadi mitra yang menghormati komitmennya.

Sebagai penutup, saya ingin menekankan bahwa kami telah menyaksikan dukungan melimpah untuk Ukraina dari Indonesia, baik pada tingkat negara maupun pada tingkat individu. Untuk ini, kami sangat berterima kasih. Meskipun negara kita secara fisik terpisahkan jarak, rakyat kita memiliki banyak kesamaan. Kedua negara berusaha tanpa lelah untuk membangun negara yang lebih bebas, adil, dan makmur.

(Volodymyr Pakhil Duta Besar Ukraina untuk Indonesia)

kompas.com,

Outdated Browser
Для комфортної роботи в Мережі потрібен сучасний браузер. Тут можна знайти останні версії.
Outdated Browser
Цей сайт призначений для комп'ютерів, але
ви можете вільно користуватися ним.
67.15%
людей використовує
цей браузер
Google Chrome
Доступно для
  • Windows
  • Mac OS
  • Linux
9.6%
людей використовує
цей браузер
Mozilla Firefox
Доступно для
  • Windows
  • Mac OS
  • Linux
4.5%
людей використовує
цей браузер
Microsoft Edge
Доступно для
  • Windows
  • Mac OS
3.15%
людей використовує
цей браузер
Доступно для
  • Windows
  • Mac OS
  • Linux