• A-
    A+
  • Українською
  • English
Indonesia Berikan Bantuan Kemanusiaan
11 Maret 2015 07:35

Dalam Bahasa Indonesia

JAKARTA, KOMPAS — Masyarakat Indonesia mengirimkan bantuan kemanusiaan yang pertama kali untuk warga Ukraina yang sedang mengalami penderitaan akibat perang. Sejak krisis Ukraina terjadi pada April 2014, lebih dari 6.000 orang tewas dan 11.000 warga Ukraina cedera.

Tentara Ukraina dari batalion Azov bersantai sejenak dengan bermain bola basket sebelum dikirim kembali ke medan perang, Senin lalu, di Lebedynske, Ukraina. Mereka berhadapan dengan pemberontak pro Rusia di sekitar Shyrokyne, Mariupol.

Hal tersebut dikemukakan Tetiana Motsyk, Sekretaris III Kedutaan Besar Ukraina untuk Indonesia, di Jakarta, Selasa (10/3).

Sekitar 1 juta warga yang tinggal di wilayah konflik terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Sebanyak 100.000 orang di antaranya memerlukan bantuan kesehatan. Atas dasar ini, komunitas internasional kemudian turut berkontribusi memberikan bantuan kesehatan dan kemanusiaan untuk membantu warga Ukraina yang terluka.

Masyarakat Indonesia turut bersimpati atas apa yang terjadi di Ukraina tersebut. Indonesia mengirimkan obatan-obatan yang disumbangkan dua perusahaan Indonesia: Sanbe Farma dan Novell Pharmaceutical Laboratories. Perusahaan penerbangan Ukraina, Ukraina Air Alliance, membantu pengiriman obat-obatan tersebut.

"Kontribusi kemanusiaan Indonesia pada masa sulit dalam sejarah Ukraina ini menjadi bukti hubungan persahabatan kedua negara. Meskipun Ukraina dan Indonesia secara geografis terpisah jauh, kedua negara memiliki kemauan yang sama untuk hidup dalam aturan yang berdasarkan hukum masyarakat demokratis. Indonesia dan Ukraina sama-sama memiliki sejarah perjuangan demi kedaulatan," kata Motsyk.

Saling dukung

Indonesia dan Ukraina memiliki sejarah saling mendukung selama masa-masa sulit. Pada tahun 1946, delegasi Ukraina mendengar permohonan kemerdekaan Indonesia dan kemudian membawa masalah ini ke hadapan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang pada akhirnya memunculkan dukungan lembaga itu terhadap kemerdekaan bangsa Indonesia.

Pada 2006, Ukraina memberikan bantuan kemanusiaan ke Indonesia setelah penduduk Indonesia mengalami musibah bencana alam. Terkait agresi eksternal pada 2014 yang terjadi di Ukraina, Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang menyuarakan dukungan bagi kedaulatan dan integritas wilayah negara Ukraina.

Menarik persenjataan

Di Ukraina, Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengatakan bahwa Pemerintah Ukraina dan separatis pro Rusia telah menarik sebagian besar artileri dan peluncur roket mereka dari garis depan pertempuran di Ukraina timur.

Poroshenko, Senin (9/3) malam, menjelaskan, beberapa persenjataan berat masih berada di bandar udara Donetsk yang dikuasai pemberontak. Kemajuan dalam proses penarikan senjata merupakan wujud dukungan terhadap kesepakatan damai yang telah dicapai kedua belah pihak di Minsk, ibu kota Belarus, pada bulan lalu.

Langkah penarikan persenjataan berat akan mempercepat penyelesaian konflik yang telah berlangsung setahun ini. Penarikan persenjataan disaksikan oleh ratusan pengawas dari Organisasi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa, yang telah mengeluhkan kurangnya kerja sama di antara kedua pihak yang bertikai. (AP/LOK)

Компас,

Outdated Browser
Для комфортної роботи в Мережі потрібен сучасний браузер. Тут можна знайти останні версії.
Outdated Browser
Цей сайт призначений для комп'ютерів, але
ви можете вільно користуватися ним.
67.15%
людей використовує
цей браузер
Google Chrome
Доступно для
  • Windows
  • Mac OS
  • Linux
9.6%
людей використовує
цей браузер
Mozilla Firefox
Доступно для
  • Windows
  • Mac OS
  • Linux
4.5%
людей використовує
цей браузер
Microsoft Edge
Доступно для
  • Windows
  • Mac OS
3.15%
людей використовує
цей браузер
Доступно для
  • Windows
  • Mac OS
  • Linux