• A-
    A+
  • Bahasa Indonesia
  • Українською
  • English
Pernyataan Kementerian Luar Negeri Ukraina dalam Rangka Peringatan 11 Tahun Penembakan Pesawat MH17 oleh Rusia
17 Juli 2025 13:40

11 tahun lalu, pada 17 Juli 2014, personel militer Rusia dan orang di bawah kendali langsung mereka melakukan salah satu kejahatan paling mengerikan — penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17 di atas wilayah Donetsk, Ukraina, yang saat itu diduduki sementara.

Satu tindakan yang disengaja oleh pelaku Rusia dan kaki tangannya merenggut nyawa 298 orang di dalam pesawat — warga dari berbagai negara — korban tak bersalah dari agresi Rusia. Sejak saat pertama, Rusia berupaya menyembunyikan kebenaran dari dunia, dengan menciptakan narasi palsu tentang penyebab tragedi tersebut.

Tidak ada keraguan lagi mengenai siapa yang melakukan kejahatan ini dan siapa yang bertanggung jawab atas pembunuhan ratusan orang tersebut. Komunitas internasional kini memiliki keputusan hukum yang jelas, yang membatalkan semua tuduhan palsu, manipulasi, dan disinformasi yang selama ini dengan giat disebarluaskan oleh pejabat Rusia.

Pada November 2022, Pengadilan Negeri Den Haag mengumumkan putusan terhadap tiga individu yang terlibat langsung dalam penembakan MH17 dengan sistem rudal permukaan-ke-udara Buk-TELAR, yang telah dibawa masuk ke wilayah Ukraina yang diduduki sementara dari wilayah Federasi Rusia.

Pada Mei 2025, Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) mengeluarkan keputusan pokok dalam perkara yang diajukan oleh Belanda dan Australia, dengan menyimpulkan bahwa Federasi Rusia telah melanggar Pasal 3bis Konvensi Penerbangan Sipil Internasional dengan menggunakan senjata terhadap MH17 — sebuah pesawat sipil yang sedang dalam penerbangan.

Pada Juli 2025, Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa, dalam putusan pokok dalam perkara "Ukraina dan Belanda melawan Federasi Rusia", memutuskan bahwa pembunuhan warga sipil di dalam MH17 tidak dapat dianggap sebagai “tindakan perang yang sah” dan merupakan pelanggaran terhadap hak untuk hidup sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Konvensi Perlindungan Hak Asasi Manusia dan Kebebasan Fundamental.

Selain itu, Pengadilan juga menyatakan bahwa penderitaan berkepanjangan yang dialami oleh keluarga korban MH17 tergolong sebagai perlakuan tidak manusiawi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 Konvensi.

Pengadilan juga menekankan upaya Rusia untuk menghalangi penyelidikan dengan menyebarkan informasi palsu atau yang sengaja direkayasa mengenai tragedi tersebut. Rusia dinyatakan telah melanggar Konvensi lebih lanjut karena gagal melakukan penyelidikan atas keadaan penembakan, tidak menuntut pihak yang bertanggung jawab, serta tidak memberikan kerja sama yang layak dengan negara-negara lain dalam penyelidikan internasional.

Kasus MH17 adalah ingatan tentang rasa sakit, penderitaan, kebohongan Rusia, dan upaya sengaja untuk menyembunyikan fakta. Namun, pada saat yang sama, kasus ini menjadi bukti bahwa meskipun Rusia memiliki mesin propaganda yang sangat besar dan terus-menerus menyangkal keterlibatannya, Federasi Rusia tidak luput dari hukuman — dan tidak berhasil menipu dunia.

Kami meyakini dengan teguh bahwa Federasi Rusia, personel militernya, serta para pejabatnya harus dimintai pertanggungjawaban atas setiap pelanggaran hukum internasional yang mereka lakukan selama agresi bersenjata terhadap Ukraina. Ukraina, bersama dengan para mitra internasionalnya, terus berupaya sekuat tenaga untuk memulihkan keadilan bagi semua yang telah menjadi korban teror Rusia.

Outdated Browser
Для комфортної роботи в Мережі потрібен сучасний браузер. Тут можна знайти останні версії.
Outdated Browser
Цей сайт призначений для комп'ютерів, але
ви можете вільно користуватися ним.
67.15%
людей використовує
цей браузер
Google Chrome
Доступно для
  • Windows
  • Mac OS
  • Linux
9.6%
людей використовує
цей браузер
Mozilla Firefox
Доступно для
  • Windows
  • Mac OS
  • Linux
4.5%
людей використовує
цей браузер
Microsoft Edge
Доступно для
  • Windows
  • Mac OS
3.15%
людей використовує
цей браузер
Доступно для
  • Windows
  • Mac OS
  • Linux