Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, yang sedang melakukan kunjungan ke negara kami.
Volodymyr Zelenskyy mengucapkan terima kasih kepada Joko Widodo atas kedatangannya ke Ukraina dan menyatakan bahwa ini adalah kunjungan pertama Presiden Indonesia ke Ukraina dalam sejarah hubungan diplomatik kedua negara.
“Dan ini adalah kunjungan pemimpin negara Asia pertama ke Kyiv sejak awal perang skala penuh rusia. Kami sangat mengapresiasi ini dan berterima kasih kepada Anda,” ujar Presiden Zelenskyy kepada Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pernyataan pers bersama selepas pertemuan.
Presiden Ukraina menekankan pentingnya peran Indonesia dan pengaruh Joko Widodo di kancah internasional.
“Pada saat ini di Kyiv, Anda tidak hanya mewakili Group of Twenty, yang saat ini dipimpin oleh Indonesia, namun juga salah satu organisasi berpengaruh di dunia, ASEAN, yang tahun depan akan dipimpin negara Anda,” ucap Volodymyr Zelenskyy.
Menurutnya, pertemuan pada hari ini dengan Presiden Indonesia merupakan satu langkah maju menuju penguatan koalisi global negara-negara anti perang yang dapat memulihkan dan menjamin stabilitas dunia.
“Ukraina sangat mengapresiasi dukungan rakyat Indonesia, juga dukungan Bapak Presiden secara pribadi, pada masa perang demi kebebasan dan kemerdekaan negara kami,” ujar Volodymyr Zelenskyy, seraya menyampaikan keyakinannya bahwa Ukraina akan mempertahankan kebebasannya selama perang kolonial yang dimulai oleh rusia berkecamuk.
Presiden Ukraina mengucapkan terima kasih kepada Joko Widodo atas dukungan kuatnya terhadap kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas wilayah negara kami.
“Bantuan ketua dan anggota G20 sangatlah penting untuk pemulihan perdamaian. Saya berterima kasih kepada Anda, Bapak Presiden, atas undangannya untuk berpartisipasi dalam KTT G20, dan tentu saja, saya terima undangan tersebut. Partisipasi Ukraina akan bergantung pada situasi keamanan dalam negara serta daftar peserta,” lanjut Volodymyr Zelenskyy.
Selama pertemuan, kedua pemimpin negara Ukraina dan Indonesia membahas isu-isu penting dalam agenda global. Pertama, adalah isu tentang pembukaan blokade pelabuhan Ukraina oleh rusia serta dilanjutkannya ekspor seluruh produk pertanian domestik.
“rusia sedang mengancam dunia dengan kelaparan. Mereka menutup pasokan pangan dari Ukraina, negara yang memainkan peran dalam menstabilkan pasar dunia. Puluhan juta gandum Ukraina harus sampai ke konsumen, khususnya rakyat Indonesia,” tegas Volodymyr Zelenskyy.
Kepala Negara [Ukraina] juga mengumumkan perjanjian bebas visa antara Ukraina dan Indonesia.
“Ini adalah berita baik. [Perjanjian bebas visa] ini penting untuk kedua negara kita dalam berbagai aspek – ekonomi, perkembangan sosial, pendidikan, hubungan antar-rakyat,” ucap Presiden Ukraina.
Kedua pemimpin juga membahas peluang rekonstruksi Ukraina pascaperang.
“Saya mengundang Indonesia, perusahaan-perusahaan dan para ahli Indonesia untuk bergabung dalam pelaksanaan proyek ini – proyek ekonomi terbesar di Eropa pada saat ini," tutur Volodymyr Zelenskyy.
Sementara itu, Joko Widodo menyampaikan bahwa kunjungan delegasi Indonesia ke Ukraina merupakan perwujudan kepedulian terhadap situasi di Ukraina.
Presiden Indonesia juga menekankan pentingnya partisipasi Volodymyr Zelenskyy di KTT G20 yang akan diselenggarakan pada bulan November 2022 di Bali.
Menurut Joko Widodo, salah satu tujuan kunjungannya adalah untuk membantu menyelesaikan konflik antara Ukraina dan rusia. Dia mengatakan bahwa dia memiliki pesan untuk Volodymyr Zelenskyy dan tidak lama lagi akan bertemu dengan Presiden federasi rusia.
Presiden Indonesia menyampaikan bahwa pemerintah negaranya akan melakukan segala hal yang dapat dilakukan untuk memberikan bantuan ke Ukraina dalam bentuk obat-obatan, juga untuk berpartisipasi dalam rekonstruksi wilayah Kyiv.
Selanjutnya, Joko Widodo juga menyampaikan pentingnya Ukraina sangat penting bagi rantai pasok pangan dunia. Oleh sebab itu, menurutnya, segala upaya harus dilakukan agar Ukraina bisa kembali melakukan ekspor bahan pangan. Dalam hal ini, Presiden Indonesia menyatakan dukungannya terhadap upaya PBB.
Joko Widodo mengingatkan kita bahwa hubungan diplomatik Ukraina dan Indonesia sudah terjalin selama 30 tahun, dan menyampaikan komitmen serta kesiapan Indonesia untuk memperkuat kerja sama tersebut.